detikBali

Musim Hujan Bali dan Nusa Tenggara Diprediksi Mundur, Ini Puncaknya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Musim Hujan Bali dan Nusa Tenggara Diprediksi Mundur, Ini Puncaknya


Novia Aisyah - detikBali

hands with splashes of falling rain
Ilustrasi hujan. Foto: Getty Images/Hendri
Daftar Isi
Denpasar -

Musim hujan di Bali dan Nusa Tenggara diprediksi datang lebih lambat dari kondisi normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru memasuki musim hujan pada Januari hingga Februari 2027.

Dilansir detikEdu, puncak musim hujan di Bali diprediksi terjadi pada Januari dan Februari. Sementara wilayah NTB dan NTT juga diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada periode tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prediksi itu merupakan bagian dari prakiraan musim hujan 2026/2027 yang dirilis BMKG. Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berlangsung bersamaan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat musim hujan datang lebih lambat.

"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan dalam YouTube Info BMKG.

ADVERTISEMENT

Selain awal musim hujan akan mundur, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan awal musim hujan di Indonesia juga tidak akan terjadi bersamaan. Sebagian besar wilayah akan mengawali musim hujan pada November 2026 dan Desember 2026.

"Musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM (69,76% luas daratan Indonesia). Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM (18,55% luas daratan Indonesia) karena sifatnya hujannya lebih basah serta hanya 42 ZOM (11,69%) diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering," tutur Ardhasena.

Berdasarkan unggahan terbaru dalam akun media sosial BMKG, 61,08% luas daratan atau 529 ZOM memasuki musim hujan lebih lambat dari normalnya. Kemudian 2,15% wilayah atau 26 ZOM memasuki musim hujan sama dengan normalnya. Hanya ada 1,12% wilayah atau 11 ZOM di Indonesia yang memasuki musim hujan lebih awal dari normalnya.

Puncak Musim Hujan di Indonesia

BMKG memprediksi puncak musim hujan periode 2026/2027 sebagian besar terjadi pada Desember, mencakup 36,94% luas daratan. Kemudian 25,68% wilayah mengalami puncak musim hujan pada Januari dan 16,79% wilayah pada Februari.

Sebagai rincian, berikut ini puncak musim hujan di setiap wilayah:

1. Desember:

  • Sebagian besar Sumatera
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian Sulawesi Utara
  • Pesisir selatan Gorontalo
  • Sebagian kecil Sulawesi Tengah
  • Sebagian besar Sulawesi Barat
  • Sebagian kecil Maluku
  • Papua Barat Daya bagian barat
  • Sebagian kecil Papua Barat
  • Papua bagian utara
  • Papua Tengah bagian timur
  • Papua Selatan bagian barat.

2. Januari:

  • Riau bagian selatan
  • Kepulauan Riau bagian tengah
  • Sebagian kecil Jambi
  • Bengkulu bagian utara
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sumatera Selatan bagian barat
  • Lampung bagian utara
  • Sebagian Jawa
  • Bali bagian tengah
  • NTB bagian barat
  • Sebagian NTT
  • Sebagian Kalimantan Barat
  • Sebagian besar Kalimantan Tengah
  • Sebagian kecil Kalimantan Timur
  • Sebagian Kalimantan Selatan
  • Sebagian Sulawesi
  • Sebagian kecil Maluku Utara
  • Maluku bagian barat
  • Sebagian Pulau Papua

3. Februari:

  • Lampung bagian tengah
  • Sebagian besar Jawa
  • Sebagian besar Bali
  • Sebagian NTB
  • Sebagian besar NTT
  • Sulawesi Barat bagian selatan
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara bagian selatan
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian besar Pulau Papua.

Apa Tandanya Jika Sudah Masuk Musim Hujan?

Menurut BMKG, suatu daerah bisa dikatakan telah memasuki musim hujan jika:

Jumlah curah hujan mencapai 50 mm atau lebih dalam satu dasarian (periode 10 hari). Angka tersebut harus diikuti minimal 2 dasarian berikutnya berturut-turut.
Awal musim hujan bisa terjadi lebih awal, sama, atau mundur dari normalnya (rata-rata klimatologis selama 30 tahun).

BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami akumulasi curah hujan musiman dengan kategori normal, yakni mencakup 69,6% luas daratan Indonesia (510 ZOM). Wilayah yang dimaksud meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads