Sejumlah atlet nasional dari berbagai cabang olahraga (cabor) tengah menjalani pemusatan latihan di Bali. Para atlet nasional itu akan mewakili Indonesia pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, September mendatang.
Salah satu atlet yang mengikuti pemusatan latihan di Bali adalah Maria Natalia Londa. Atlet lompat jauh Indonesia itu mengaku masih focus untuk menyempurnakan teknik dan mempersiapkan mental bertanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah 80 persen, tinggal prepare fokus ke fase khusus untuk perbaikan teknik dan melatih mentalitas pertandingan," ujar Maria saat ditemui di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (16/7/2026).
Maria menargetkan bisa membawa pulang satu medali dari Asian Games 2026. Meski begitu, dia mengakui persaingan pada nomor lompat jangkit tidak mudah. Salah satu lawan yang diwaspadainya adalah atlet Uzbekistan yang baru menjuarai kejuaraan Asia U-23.
"Atlet Uzbekistan baru saja menjuarai U23 dengan prestasi terbaiknya," imbuh Maria.
Ada pula tim skateboard yang menjalani pemusatan latihan di Bali. Tim ini menargetkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Asian Games 2026.
"Persiapan kami sudah melampaui 80 persen. Pertama, dari kesiapan arsip-arsip dan dokumen-dokumen para atlet juga sudah selesai. Pelatihan fisik dan latihan skill sudah kami pantau," jelas pelatih tim nasional skateboard, Anthony Adam.
Anthony mengungkapkan salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah proses naturalisasi salah satu atlet bernama Jason Lijnzaat. Sebagai warga negara Belanda, hingga kini ia masih menunggu kelanjutan proses pemanggilan di DPR.
"Terakhir dapat info dari PB kami adalah sudah sampai menunggu panggilan dari DPR. Itu. Dan tadi saya juga dapat info lagi dari CDM bahwa dia akan mengusahakan secepatnya masalah naturalisasi ini diselesaikan," imbuh Anthony.
Sebanyak delapan atlet skateboard Indonesia saat ini berlatih di lokasi berbeda. Rinciannya, empat atlet berlatih di Bali, satu di Jawa Timur, dan tiga di Jakarta. Ia berharap seluruh atlet segera dipusatkan di satu lokasi.
"Kami sangat mengharapkan bahwa akan dikonsentrasikan di satu tempat secepatnya," ujanya.
Selanjutnya ada cabang olahraga surfing yang berlatih di Bali. Pelatih tim nasional surfing Indonesia Dylan Amar mengatakan tantangan terbesar saat ajang Asian Games 2026 adalah proses adaptasi atlet dengan kondisi ombak di Jepang.
"Dalam surfing, ombak sangat menentukan. Jadi, cuaca dan angin harus kami prediksi," kata Dylan.
Dylan menuturkan tim surfing Indonesia berlatih di pantai-pantai Bali yang memiliki karakter ombak serupa dengan lokasi pertandingan di Jepang. Misalkan Panatai Kuta, Legian, dan Canggu.
Saat ini tim surfing diperkuat dua atlet putra dan dua atlet putri. Dylan menargetkan cabor surfin Indonesia bisa meraih satu medali emas dari nomor putra dan medali perunggu dari nomor putri.
(iws/iws)