detikBali

Antusiasnya Ratusan Kicau Mania Rebut Piala Bupati Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Antusiasnya Ratusan Kicau Mania Rebut Piala Bupati Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Suasana lomba burung kicau di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Bali, Minggu (12/6/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Suasana lomba burung kicau di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Bali, Minggu (12/6/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Aneka suara burung saling bersahutan hingga suasana di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Bali, mendadak riuh. Siang itu, ratusan pencinta burung berkicau alias kicau mania antusias memadati arena untuk memperebutkan juara dalam ajang Bupati Cup Klungkung 2026.

Suasana lomba burung kicau tersebut berlangsung meriah, Minggu (12/7/2026). Sebanyak 36 gantangan yang disediakan panitia di tengah lapangan tak pernah sepi dari kurungan burung yang digantung berjejer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah gantangan, para pemilik burung tampak tegang sekaligus antusias. Sesekali, mereka terlihat memberikan isyarat agar burung andalan mereka tampil maksimal di hadapan dewan juri.

ADVERTISEMENT

Sedikitnya tercatat 600 peserta mengikuti lomba burung kicau yang dibuka langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria itu. Tak hanya dari Bali, para kicau mania itu bahkan datang dari Pulau Jawa dengan membawa burung-burung jawara mereka demi memboyong piala dari Bupati Klungkung.

Ketua Panitia I Komang Agus Darma Suyasa menuturkan ajang ini digelar atas kolaborasi antara Gantangan Sari Karya (GSK) dan Guyub Rukun Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem (GBKK). Lomba berakhir sekitar pukul 18.00 Wita.

"Lomba ini terbagi ke dalam tujuh kategori kelas burung yang cukup populer di kalangan sehobi. Mulai dari kenari, murai batu, murai pistol, cendet, cucak hijau, pleci, hingga anis merah," terang Agus.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria berharap event ini tidak sekadar menjadi agenda musiman. Satria mendorong dinas terkait untuk mengemas lomba kicau burung ini agar masuk ke dalam kalender event wisata daerah.

"Dengan memelihara burung, kita ikut menjaga kelestarian satwa melalui penangkaran. Di sisi lain, ekosistem ini sangat membantu UMKM kita berkembang pesat. Ada perputaran ekonomi yang nyata bagi pedagang pakan, penangkar, hingga pemburu telur semut (kroto)," ujar Satria saat membuka acara.

"Ke depan harus disusun perencanaan yang lebih matang, agar ajang ini bisa masuk dalam kalender event wisata daerah dan dipromosikan secara masif melalui media sosial agar menarik wisatawan luar," imbuhnya.



(iws/iws)









Hide Ads