detikBali

Puasa Dzulhijjah 2026 Dimulai Senin 18 Mei, Berikut Jadwal Lengkap-Keutamaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Puasa Dzulhijjah 2026 Dimulai Senin 18 Mei, Berikut Jadwal Lengkap-Keutamaan


Tim detikBali - detikBali

Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi puasa. Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Denpasar -

Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026. Sebelum itu, biasanya umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Dzulhijjah.

Dilansir laman NU Online, puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Adapun puasa pada 8 Dzulhijjah dikenal sebagai Puasa Tarwiyah, sedangkan puasa pada 9 Dzulhijjah disebut Puasa Arafah.

Pelaksanaan puasa ini sama seperti puasa pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan puasa sunnah Dzulhijjah. Bahkan, menurut Sayyid Bakri Syatha (w. 1892 M.) dengan mengutip fatwa Al-Barizi menjelaskan, andaikan puasanya hanya niat qadha, maka mendapat pahala keduanya.

ADVERTISEMENT

Misalnya bertepatan hari Arafah seseorang melakukan puasa qadha Ramadhan dengan niat qadhanya saja, secara otomatis juga memperoleh kesunnahan puasa Arafah (Sayid Bakri, Hâsyiyah I'ânah at-Thaâlibîn, juz 2, h. 224).

Kapan Jadwal Puasa Dzulhijjah?

Mengutip laman Baznas, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026

Puasa sunnah ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai ibadah yang besar. Di antara hari-hari tersebut, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah adalah yang paling menonjol. Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual mendalam, sebagai bentuk persiapan dan penyucian diri menjelang hari Arafah. Meskipun hukumnya sunnah, banyak umat Islam berlomba-lomba mengamalkannya demi meraih pahala tambahan di bulan penuh kebaikan ini.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Berikut ini keutamaan puasa Dzulhijjah sebagaimana dilansir dari NU Online.

1. Dilipatgandakan pahala

Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR At-Tarmidzi).

Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

2. Penghapusan dosa

Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim).

Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil.

3. Hari pembebasan dari siksa neraka

Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, "Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).




(nor/nor)










Hide Ads