LBH Bali Kecam Aparat yang Bubarkan Nobar Film 'Pesta Babi' di 3 Lokasi

Sui Suadnyana, Rizki Setyo - detikBali
Kamis, 14 Mei 2026 11:01 WIB
Foto: Poster film "Pesta Babi". (Instagram/@idbaruid)
Denpasar -

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali mengecam tindakan intimidasi aparat yang membubarkan nonton bareng (nobar) film 'Pesta Babi: Kolonialisme Zaman Kita' di tiga lokasi. Film dokumenter itu sebelumnya bakal ditayangkan di tiga lokasi, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, kafe di Seminyak, dan Tabanan.

Kepala Bidang Advokasi LBH Bali, Ignatius Rhadite, mengatakan tindakan ini dinilai tidak demokratis. Radhite menjelaskan mendiskusikan fenomena sosial lewat film, seperti Pesta Babi, adalah hak asasi yang dijamin Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) dan konstitusi.

"Siapa kemudian yang meminta dibubarkan itu? Sebagian besar dilakukan oleh aparat negara, dalam hal ini adalah polisi dan juga TNI. Bahkan, di Seminyak tentara secara terang-terangan menolak dan meminta dibatalkan," kata Radhite melalui keterangan tertulis diterima detikBali, Kamis (14/5/2026).

Radhite mengkritik keterlibatan TNI yang dinilai melampaui kewenangannya. Seharusnya, aparat tidak perlu ikut campur urusan sipil, apalagi tanpa dasar dan beralasan hanya mengikuti instruksi pimpinannya.

Radhita juga menyoroti peran Polri soal izin keramaian. Menurutnya, kegiatan nobar yang dilaksanakan di ruang tertutup dengan peserta yang terbatas tidak perlu mengantongi izin. Ia berpendapat aparat menggunakan narasi tanpa dasar untuk membungkam kegiatan tersebut.

"Apa sih yang salah dengan nonton film? Apa sih yang salah dengan berdiskusi terkait situasi fenomena-fenomena sosial yang terjadi di Papua?," tanya Radhita heran.

"Kami melihat ada sesuatu yang coba ditutupi, ada ketakutan terkait dengan peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi di Papua yang dilakukan dengan cara-cara sewenang-wenang dan melanggar hukum," terang Radhite.

Sebagai informasi, nobar film 'Pesta Babi' di sejumlah wilayah lain di Bali juga masih dilakukan upaya pembungkaman. Berdasarkan informasi yang diterima detikBali, listrik di Sekretariat HMI Singaraja sengaja dipadamkan saat peserta sedang nobar, kemudian aparat juga berada di sekitar area sekretariat.



Simak Video "Video: KemenHAM Ungkap Rekomendasi ke Polri-Komnas HAM Terkait Kasus OCI"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork