Novel adalah buku bacaan dengan tema cerita fiksi. Penulis novel membuat dunia di dalam novel sesuai dengan imajinasinya. Cerita yang populer dalam novel biasanya terkait kehidupan sehari-hari seperti romansa, petualangan, hingga fiksi sains.
Penggambaran dunia di dalam novel tidak jarang diambil dari kejadian sehari-hari. Tentu saja kejadian tersebut digambarkan dengan dramatis melalui kalimat-kalimat sastra. Membaca novel juga menjadi hiburan bahkan hobi untuk sebagian orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kamu mencari bacaan novel dengan latar kehidupan di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), mungkin tiga novel berikut ini cocok denganmu. Simak selengkapnya!
Orang-Orang Oetimu
Felix K. Nesi menuliskan Orang-Orang Oetimu dengan sangat apik. Cerita ini tidak hanya berpusat di satu karakter saja tetapi beberapa karakter yang pada ujungnya akan saling terhubung. Orang-Orang Oetimu menggambarkan kehidupan di NTT pada tahun 1990-an.
Para karakter merepresentasikan posisi sosial seperti aparatur negara, pemuka agama, hingga veteran perang. Para tokoh berperan dalam menghadirkan fenomena sosial yang biasa ditemui. Novel Orang-Orang Oetimu memenangkan sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2018.
Tarian Bumi
Ida Ayu Telaga Pidada adalah perempuan Bali yang memiliki kasta Brahmana. Menempatkannya pada posisi sosial yang mapan. Telaga dihadapkan pada kebingungan yang terjadi di Keluarganya. Sang nenek, Ida Ayu Sagra Pidada adalah putri Brahmana yang menjaga kehormatan bangsawan. Sementara sang ibu, Ni Luh Sekar adalah perempuan biasa dari kasta Sudra. Kehidupan miskin ibunya mendorongnya berambisi menaikkan taraf kehidupan sosial, pada akhirnya Ni Luh Sekar menikah dengan Ida Bagus Ngurah Pidada.
Telaga melihat bagaimana ibu dan neneknya tidak harmonis karena perbedaan kasta antara keduanya. Selain itu, Telaga juga dihadapkan dengan ujian cinta bahwa kekasih hatinya adalah seorang lelaki berkasta Sudra. Akankah Telaga memihak pada kepatuhan sosial atau menjemput kisah cinta dengan kekasihnya?
Telaga Bumi adalah novel yang ditulis Oka Rusmini untuk menggambarkan realitas di Bali. Fenomena sosial yang dialami keluarga Telaga adalah gambaran dari banyaknya kejadian serupa. Novel Tarian Bumi diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2004.
Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam
Pernah mendengar tentang budaya "kawin tangkap" yang ada di Sumba? Tokoh bernama Magi Diela mengajak pembacanya melihat budaya tersebut. Magi Diela adalah sosok perempuan cerdas dan berpendidikan yang mengalami budaya kawin tangkap. Magi harus melawan budaya yang tidak adil itu.
Novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam menggambarkan pengalaman banyak perempuan dalam menghadapi budaya ini. Mereka dihadapkan pada adat yang menegaskan sistem pemaksaan perkawinan. Dian Purnomo menerbitkan novel ini pada tahun 2021 melalui penerbit Gramedia.
(nor/nor)










































