Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat, batal menjenguk legenda tinju Indonesia Pino Jeffta Udayana Bahari yang tengah menjalani pemulihan seusai kecelakaan motor. Rencananya, Taufik menyambangi Pino di rumahnya hari ini, di Denpasar, Bali, Selasa (5/5/2026). Sayang, renana itu urung terlaksana.
Namun demikian, Taufik tetap menelepon Pino untuk menanyakan kondisi dan menyampaikan alasan batalnya kunjungan tersebut.
"Terkait kunjungan, beliau sempat menghubungi saya. Kebetulan beliau sedang ada kegiatan di Bali dan ingin menyempatkan mampir untuk menjenguk saya. Namun karena waktunya cukup mepet, beliau harus segera kembali ke Jakarta, sehingga rencana itu belum bisa terlaksana," ujar Pino Bahari diwawancarai di kediamannya, Selasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pino mengaku tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan Taufik meski belum sempat membesuk secara langsung. Untuk diketahui, Pino dan Taufik merupakan legenda di dua cabang olahraga berbeda. Pino merupakan peraih emas cabor tinju Asian Games 1990. Sedangkan Taufik pernah meraih emas bulutangkis tunggal putra di Olimpiade
"Saya ucapkan terima kasih juga pada beliau. Sudah menyempatkan diri untuk berusaha mampir dan beliau sudah berkenan untuk menghubungi saya juga. Mungkin yang beliau lakukan lebih bersifat secara persahabatan," ucap Pino.
Selain itu, Pino juga menyebutkan bahwa Taufik menyampaikan pesan dukungan atas kondisinya saat ini.
"Beliau mengucapkan turut prihatin, semoga lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali. Beliau juga mohon maaf tidak dapat hadir secar langsung untuk menemui secara pribadi," katanya.
Kondisi Terkini Pino Bahari
Pino yang sebelumnya telah menjalani operasi di RS Bali Mandara menjelaskan kondisinya kini mulai membaik. Saat ditemui, Pino memegang rusuk bagian kiri selama berbicara dengan awak media. Sementara itu, kaki sebelah kiri terlihat menggunakan air walker boots seusai menjalani operasi pemasangan pen.
"Kaki saya patah di kiri. Untuk rasa sakitnya mulai berkurang, walaupun masih sangat membatasi saya bergerak," katanya.
Ia berharap tidak perlu menjalani operasi lanjutan. Dalam waktu dekat, Pino dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi tulangnya.
"Jadi nanti tanggal 8 akan di-rongent kakinya untuk melihat patahannya itu apakah sudah nyambung atau bagaimana. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan sambungan tulangnya. Karena sudah dipasang pen," jelasnya.
Selain kaki kiri, Pino juga mengalami patah pada rusuk sebelah kiri. Namun, cedera pada kaki kiri lebih mengganggu karena masih sering bengkak terutama setelah duduk terlalu lama.
Hingga kini, belum ada bantuan dari pemerintah untuk Pino. Mantan atlet kelahiran 15 Oktober 1972 itu selama sakit menerima donasi dari para sahabat dan sanak saudara.
"Saya berterima kasih karena sababat-sahabat saya dan keluarga sudah berkenan membantu saya melalui donasi. Ini juga inisiatif-inisiatif dari sahabat-sahabat saya untuk membuka donasi buat saya ketika saya masih dirawat di rumah sakit," sambungnya.
Selain itu, ada bantuan dari sejumlah pihak atas nama pribadi. "Secara pribadi ya. Kadang-kadang sahabat-sahabat saya di Jakarta secara pribadi. Tapi atas nama pribadi ya," pungkasnya.