detikBali

Dijuluki 'Superfood', Ini 6 Produk Tanaman Kelor untuk Jaga Kesehatan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dijuluki 'Superfood', Ini 6 Produk Tanaman Kelor untuk Jaga Kesehatan


Arga Fahreza - detikBali

Daun kelor
Foto: Ilustrasi produk berbahan tanaman kelor. (Getty Images/iStockphoto/didoi)
Denpasar -

Detikers, pernahkah anda mendengar peribahasa 'dunia tidak selebar daun kelor'? Peribahasa ini memiliki arti bahwa dunia ini sangat luas, tidak sempit atau terbatas.

Tanaman kelor memang memiliki daun yang kecil-kecil. Namun, di balik daun yang kecil-kecil itu, tamanan bernama ilmiah Moringa oleifera ini ternyata memiliki banyak manfaat.

Tumbuhan dari suku Moringaceae ini memiliki pertumbuhan cepat, berusia panjang, dapat berbunga sepanjang tahun hingga tahan kondisi panas. Tumbuhan ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggi tanaman kelor berkisar 7 hingga 11 meter, memiliki warna putih kotor, permukaan kasar, dan cenderung tumbuh lurus memanjang. Daun kelor sendiri memiliki ciri majemuk, bertangkai panjang, bersusun seling, dan helainya berwarna hijau saat muda.

ADVERTISEMENT

Penelitian terhadap tanaman ini telah dilakukan sejak beberapa puluh tahun lalu. Hasil penelitian menemukan daun kelor memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Tanaman yang dijuluki "superfood" itu kini diperhatikan secara serius oleh pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur.

Pemprov NTT melihat potensi besar ekonomi dari tanaman kelor. Pabrik kelor pertama telah berdiri dan diresmikan pada 9 September 2025. Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mengolah berbagai produk berbahan tanaman kelor.

Berikut berbagai produk UMKM yang berbahan tanaman kelor.

1. Serbuk Daun Kelor

Jika anda sedang melakukan diet sehat, mungkin serbuk daun kelor dapat menjadi pilihan. Manfaat yang terkandung di dalamnya berupa vitamin A dan C, kalsium, kalium, protein hingga asam amino. Serbuk daun kelor juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.

Serbuk daun kelor menjadi produk yang praktis dan bahkan mudah dibuat sendiri. Biasanya dengan cara dikeringkan, tetapi tidak di bawah sinar matahari langsung, kemudian ditumbuk hingga halus. Anda dapat mencampurkannya ke dalam smoothie atau sebagai taburan makanan.

Saat berkunjung ke NTT, anda dapat membeli produk ini di toko oleh-oleh atau membelinya melalui aplikasi belanja daring.

2. Teh Daun Kelor

Produk teh daun kelor mulai banyak diminati. Bagi anda yang ingin mencoba alternatif baru, teh berbahan kelor ini layak untuk dicoba. Jika ingin membuat sendiri di rumah, berikut langkah-langkah pembuatannya.

  • Pilih daun yang masih muda dan berwarna hijau sebab yang tua akan cenderung terasa pahit.
  • Cuci hingga bersih. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran atau debu yang menempel.
  • Keringkan daun kelor. Jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara lancar selama tiga hari hingga mengering dan mudah diremas.
  • Potong daun kelor kecil-kecil atau dapat diremas langsung. Sebaiknya jangan terlalu halus.
  • Seduh dengan air panas.

Detikers juga dapat membeli produk ini. Salah satu UMKM bernama Kelorku menjual satu pack teh celup daun kelor yang dibanderol dengan harga Rp 20 ribu.

3. Biskuit Daun Kelor

Biskuit menjadi salah satu camilan yang digandrungi anak-anak. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang manis sering menjadi pilihan jajanan bagi kaum muda. Perpaduan biskuit dengan campuran daun kelor menjadi produk yang menggugah selera. Salah satu artikel ilmiah yang ditulis oleh Jihan Maghfiroh Velayati, dkk (2023) mengungkapkan inovasi biskuit fortifikasi daun kelor dapat mendukung suplementasi gizi anak.

Biskuit juga menjadi salah satu pilihan teman ngopi. Beberapa kedai kopi modern menyajikan biskuit sebagai pendamping sajian kopi. Penjualan biskuit daun kelor barangkali dapat menarik perhatian pembeli yang menyukai inovasi kekinian.

4. Brownies

Brownies awalnya merupakan kue yang terbilang gagal. Hal ini lantaran brownies tidak mengembang seperti kue pada umumnya. Namun, seiring perkembangan, brownies menjadi salah satu varian kue yang banyak digemari berbagai kalangan. Berbagai inovasi resep dibuat demi menghadirkan brownies yang lezat dan menarik. Salah satu variannya ada brownies daun kelor.

Sebuah studi resep yang dilakukan oleh Thompson dan Trimandala (2024) menunjukkan brownies daun kelor memiliki variasi rasa yang lebih luas. Selain itu, jenis kue ini dapat diterima oleh panelis yang mencicipi dan berpotensi untuk dihidangkan di industri perhotelan sebagai hidangan penutup.

5. Minyak Kelor

Bukan hanya daunnya yang bermanfaat, ternyata biji kelor juga dapat diolah menjadi minyak untuk kesehatan. Pengolahan minyak dari biji kelor tidak dilakukan secara sembarangan. Proses pengolahannya dimulai dari pemilihan biji dan pengupasan hingga menyisakan kernel. Bagian tersebut kemudian dikeringkan di dalam ruangan bersuhu 35 derajat Celsius selama tiga hari. Biji yang telah dikeringkan tersebut siap diolah untuk diambil minyaknya. Kualitas yang bagus biasanya dicirikan dengan warna keemasan.

Minyak kelor atau moringa ternyata cukup diminati di luar negeri, seperti di Filipina, Jepang, Korea Selatan, India, dan beberapa negara Eropa. Hal ini karena manfaat dari minyak moringa itu sendiri, seperti perawatan tubuh, kesehatan hingga pereda nyeri. Minyak kelor banyak dijual di aplikasi belanja daring dengan kemasan 20 mililiter (ml) hingga 100 ml.

6. Masker wajah

Daun kelor yang berbentuk serbuk juga dapat dimanfaatkan sebagai masker wajah. Biasanya bubuk kelor dicampur dengan madu dan air mawar lalu diaduk hingga kental. Setelah itu, dioleskan ke wajah hingga menyeluruh dan hindari area mata, hidung, serta mulut.

Beberapa manfaat yang ada pada masker daun kelor diantaranya:

  • Mengatasi jerawat
  • Mencegah bekas jerawat
  • Mencerahkan kulit wajah
  • Mencegah penuaan kulit
  • Mencegah kanker kulit



(hsa/hsa)











Hide Ads