detikBali

Layanan IGD dan Rawat Inap RSUP Ngoerah Tetap Beroperasi Saat Nyepi-Lebaran

Terpopuler Koleksi Pilihan

Layanan IGD dan Rawat Inap RSUP Ngoerah Tetap Beroperasi Saat Nyepi-Lebaran


Sui Suadnyana, Hani Sofia Muthmainnah - detikBali

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, I Made Darmajaya. (Tangkapan layar video)
Foto: Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, I Made Darmajaya. (Tangkapan layar video)
Denpasar -

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, Bali, memastikan layanan gawat darurat (IGD) dan rawat inap tetap akan beroperasi selama libur Nyepi dan Idul Fitri. Namun, layanan poliklinik rawat jalan akan ditutup sementara pada Kamis (18/3/2026) hingga Senin (23/3/2026).

"Yang tidak dilayani hanya poliklinik rawat jalan. Untuk tindakan darurat tetap berjalan 24 jam," ujar Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, I Made Darmajaya, kepada detikBali, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Nyepi, RSUP Prof Ngoerah tetap menyediakan sejumlah dokter spesialis untuk menangani pasien yang membutuhkan penanganan darurat. Dokter yang disiagakan, antara lain spesialis bedah, obstetri, penyakit dalam, anak, jantung, anestesi, serta radiologi.

Tak cuma itu, RSUP Prof Ngoerah juga akan menyiapkan kebutuhan logistik bagi tenaga medis yang bertugas, pasien, serta awak media yang akan memantau keadaan rumah sakit selama berlangsungnya Nyepi.

ADVERTISEMENT

Bagi pasien yang harus menjalankan tindakan rustin, seperti hemodialisa (HD) dan kemoterapi, RSUP Prof Ngoerah akan melakukan penyesuaian jadwal. Pasien yang mendesak akan dilakukan tindakan satu hari sebelum Nyepi atau satu hari setelah Nyepi bagi pasien yang tidak mendesak.

"Pasien HD dan kemo sudah kami kondisikan. Tindakan kami atur satu hari sebelum Nyepi atau satu hari setelahnya jika tidak mendesak," terang Darmajaya.

"Rumah sakit telah menyiapkan daftar pasien dan jadwal layanan selama periode libur agar pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan pasien," jelas Darmajaya.




(hsa/hsa)










Hide Ads