detikBali

Jasad Bayi Terseret Banjir Ditemukan di Canggu, Ibunya Masih Hilang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jasad Bayi Terseret Banjir Ditemukan di Canggu, Ibunya Masih Hilang


Agus Eka Purna Negara, Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Penyisiran tim SAR gabungan di dekat lokasi ibu dan balita yang hanyut tersapu air banjir di Marga, Tabanan. Kamis (22/1/2026).(dok.Basarnas Bali)
Foto: Penyisiran tim SAR gabungan di dekat lokasi ibu dan balita yang hanyut tersapu air banjir di Marga, Tabanan. Kamis (22/1/2026). (Dok. Basarnas Bali)
Badung -

Jasad Audri Natania Banafanua, seorang bayi berusia 16 bulan, ditemukan oleh tim SAR gabungan di pesisir Pantai Batubelig, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Kamis (22/1/2026).

"Sudah ditemukan di Batubelig," ujar Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya dihubungi detikBali, Kamis (22/1/2026).

Jasa bayi malang putri dari Semi Banafanu itu ditemukan sekitar 6,7 kilometer dari lokasi awal korban terseret arus bersama sang ibu, Lalu Juliana Dacosta Makun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad Juliana Dacosta Makun hingga kini masih dicari oleh tim SAR gabungan. Baik di darat maupun penyisiran di sungai.

"Setelah mendapat jenazah balita ini, tim gabungan sekarang fokus menyisir darat dan pinggir sungai. Saat ini kita upayakan pencarian ibunya. Mudah-mudahan segera ditemukan," urai Sidakarya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kapolsek Kuta Utara mengungkapkan jasad Audri ditemukan tersangkut di bebatuan oleh seorang warga negara asing yang sedang berolahraga di pesisir pantai sekitar pukul 06.30 Wita.

"Saksi melihat ada sesosok bayi tersangkut di bebatuan depan Restoran Warung Santai dan setelah didekati ternyata jenazah anak kecil. Kondisi korban saat ditemukan sudah kaku dan membengkak karena diduga terlalu lama terendam air laut," ujar Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, Kamis (22/1/2026).

Penemuan ini bermula saat saksi melaporkan temuan tersebut kepada petugas kebersihan yayasan setempat untuk diteruskan ke pihak banjar dan kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi menemukan jenazah balita berusia hampir 2 tahun tersebut dalam posisi tertelungkup.

Karena itu, polisi menduga kuat identitas jenazah tersebut merupakan korban banjir bandang di wilayah Marga, Tabanan, yang terjadi pada Rabu (21/1) dini hari. Hal ini didasarkan pada ciri-ciri fisik dan sinkronisasi data pencarian orang hilang yang dilakukan bersama tim gabungan lintas wilayah.

"Kami berkoordinasi dengan Polres Tabanan dan Basarnas karena ada laporan ibu dan anak hanyut akibat luapan sungai di Ancak Kuwum. Diduga kuat korban terseret arus dari hulu sungai menuju muara hingga akhirnya terdampar di pesisir Kuta Utara," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rumah kontrakan yang ditempati Semi Banafanu bersama istri dan dua anaknya diterjang banjir akibat meluapnya irigasi Subak Jemanik, Marga, Tabanan, pada Rabu (21/1/2026) pukul 04.00 Wita.

Air bah tiba-tiba menerjang rumah yang sudah ditempati sejak 2014 lalu. Air yang deras menerjang senderan rumah dan dua rumah lainnya di Perumahan Kuwum Asri II hingga jebol.

Air yang masuk ke rumah keluarga Banafanu membuat panik mereka yang berusaha menyelamatkan diri ke wantilan perumahan. Semi Banafanu sempat menolong putri sulungnya Natalia The Queen Banafanu (6) hingga berhasil dipinggirkan.

Namun nahas, istri dan bayinya hanyut terbawa arus. "Ayahnya mencoba menolong, tapi tidak bisa. Dia tersangkut di pohon bambu dengan kondisi kaki patah," ungkap Wayan Toblo, warga yang juga tetangga korban.




(hsa/hsa)










Hide Ads