Ayah Korban Tenggelam di Pantai Yehsumbul Sempat Mimpi Buruk-Susah Tidur

I Ketut Suardika - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 14:20 WIB
Orang tua korban hilang tenggelam di pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali
Foto: Orang tua korban hilang tenggelam di pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali (I Ketut Suardika/detikBali)
Jembrana -

Bahri (48), selaku orang tua dari Ari Budianto (20), korban yang hilang tenggelam di pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali sudah mendapat firasat buruk, gelisah dan susah tidur selama tiga hari sebelum kejadian. Bahkan, dirinya sering bermimpi didatangi orang yang sudah meninggal.

"Sebelum kejadian firasat sudah tidak baik. Saya itu nggak enak tidur, nggak enak makan. Tiga hari ini pernah bermimpi buruk, ada orang orang mati datang minta minta tolong, maafkan saya," kata Bahri saat ditemui detikBali di rumah korban di Banjar Yehsumbul, Jumat siang (12/8/2022).

Bahri menuturkan, anaknya (korban) dari kecil tinggal bersama neneknya di Desa Pulukan. Sedangkan Bahri sendiri tinggal bersama istri keduanya, Nurwahida (37). Sejak dua tahun terakhir ini korban sering tinggal bersamanya dan sering diajak melaut mencari ikan.


"Pas lagi senang senangnya saya ajak dia (korban), kok sekarang begini jadinya," ungkap Bahri, sambil mengusap air matanya.

Selama bersama anaknya, lanjut Bahri, dirinya sebagai orang tua merasa sangat diperhatikan oleh anaknya. Bahkan, ketika diajak bekerja melaut, berapa pun mendapat hasil, semuanya diberikan kepada orangtuanya.

"Anak rajin luar biasa. Malah saya merasa seperti menjadi anak dan dia (korban) menjadi orang tua karena kedewasaannya," ucap Bahri.

Selain ikhlas dan berharap bisa cepat diketemukan, Bahri bersama keluarganya tak henti-henti selalu berdoa untuk keselamatan anaknya. Meski hingga Jumat siang belum juga ada perkembangan pencarian korban membuahkan hasil.

Dia mengaku sempat ke pantai tadi pagi, untuk mengetahui perkembangan anaknya. Namun, dirinya trauma dan tidak kuat melihat ombak di laut, hingga akhirnya dia pulang kembali ke rumah.

"Selama belum ketemukan anak saya saya tidak bisa tidur, bahkan kaki saya tidak bisa di gerakan seperti berat melangkah. Tim SAR biar cepat ditemukan saya sudah tidak bisa ngomong apa apa," ungkapnya sambil menangis.

Diberitakan sebelumnya, Ari Budianto dilaporkan hilang di laut pantai Yehsumbul, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kamis sekitar pukul 14.00 WITA. SAR gabungan sudah melakukan pencarian, namun tidak menemukan korban.



Simak Video "Siapa Saja yang Disarankan untuk Jalani Meditasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)