6 Ancaman Kehidupan Jika Kurs Dolar Ngamuk Jadi Rp 15.000

Tim detikFinance - detikBali
Senin, 11 Jul 2022 08:42 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
6 ancaman kehidupan jika kurs dolar menguat. Foto: Rengga Sancaya
Bali -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nyaris menyentuh level Rp 15.000. Penguatan dolar AS tersebut akan mengancam kehidupan sehari-hari. Salah satunya akan berdampak pada naiknya harga barang impor hingga utang luar negeri (ULN) akan meningkat.

Berikut 6 ancaman kehidupan jika kurs dolar ngamuk jadi Rp 15.000.

1. Harga Barang Impor Naik


Dikutip dari detikFinance, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan penguatan dolar AS akan berdampak ke semua harga barang impor, baik barang jadi, barang setengah jadi, maupun bahan baku karena produsen harus merogoh kocek lebih dalam.

"Barang-barang impor pasti akan lebih mahal seperti bahan pokok dan pangan impor yaitu gula, gandum, bawang putih, kedelai, dan lainnya," kata Anthony saat dihubungi, Minggu (10/7/2022).

2. Harga Bahan Baku Makanan-Energi Naik

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan dolar AS yang terus menguat terhadap rupiah berdampak pada biaya bahan baku impor untuk makanan hingga energi. Hal ini tentu cepat atau lambat akan berimbas ke konsumen juga.

"Sejauh ini imported inflation belum dirasakan karena produsen masih menahan harga ditingkat konsumen. Ketika beban biaya impor sudah naik signifikan akibat selisih kurs, maka imbasnya ke konsumen juga. Mulai dari produk turunan gandum seperti mie instan, bawang putih, kedelai, jagung biaya impornya naik tajam," ujarnya.

3. Utang Luar Negeri Meningkat

Selain itu, beban utang luar negeri (ULN) sektor swasta akan meningkat karena pendapatan sebagian besar diperoleh dalam bentuk rupiah, sementara bunga dan cicilan pokok berbentuk valas.

4. Ancaman PHK

Akibat dari meningkatnya utang luar negeri (ULN) sektor swasta ini tentu mempengaruhi kinerja perusahaan yang bisa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Situasi currency mismatch akan mendorong swasta lakukan berbagai cara salah satunya efisiensi operasional alias PHK atau memangkas gaji karyawan. Bayangkan inflasi naik, biaya hidup makin berat tapi kesempatan kerja terbatas," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira.

5. Cicilan KPR Makin Mahal

Pelemahan kurs rupiah juga mendorong percepatan kenaikan suku bunga acuan yang bisa berimbas kepada pelaku usaha korporasi, UMKM, maupun konsumen. Hal ini membuat cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) rumah hingga kendaraan bisa lebih mahal.

"Banyak milenial yang menunda pembelian rumah kalau suku bunga naiknya terlalu tinggi. Sudah bahan material bangunan seperti keramik, besi baja, kaca naik karena pelemahan rupiah ditambah suku bunga floating rate makin tak terjangkau," beber Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira.

6. Harga Barang Elektronik-Kendaraan Naik

Anthony mengatakan barang elektronik seperti handphone (HP), laptop, hingga kulkas berpotensi naik. Pasalnya berbagai produk tersebut ada komponen impornya.
"Pasti, semua barang impor akan naik, elektronik (seperti HP, laptop, kulkas)," kata Anthony.

Selain produk elektronik, kendaraan seperti motor dan mobil juga berpotensi mengalami kenaikan. "Tentu saja elektronik dan otomotif komponen dari luar cukup besar," imbuh Faisal.

Berbagai produk tersebut umumnya menggunakan bahan baku impor walaupun barang diproduksi di Indonesia. Terlebih produk jadi yang diimpor langsung dari luar negeri, akan mengalami kenaikan harga karena alat tukar yang digunakan umumnya dolar AS.

"Produk-produk manufaktur yang bahan baku dan penolong masih bergantung impor tentu luas dengan tingkat komponen impor yang beragam, tapi yang cukup tinggi misalnya produk-produk farmasi, kendaraan bermotor, elektronika, industri benang yang mengimpor kapas, dan lain-lain," sebut Faisal.



Simak Video "Duh! Rupiah Makin Keok, Dolar AS Nyaris Rp 15.000"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)